Kota Zhāngjiājiè (dibaca: Chang-cia-cie) berada di wilayah barat laut provinsi Hunan, China. Kota ini menyimpan pesona alam yang menakjubkan, salah satunya Wulingyuan Scenic Area. Pada tahun 1992 area ini ditetapkan UNESCO sebagai salah satu World Heritage Site (Situs Warisan Dunia), dan mendapatkan peringkat tertinggi dalam dunia pariwisata China oleh China National Tourism Administration.

Pada tanggal 7-12 April 2016, Multicare berkesempatan melakukan perjalanan wisata ke kota Zhāngjiājiè bersama para leaders yang berhasil memenuhi kualifikasi program “Multicare Zhāngjiājiè Avatar Tour 2016”. Kunjungan kali ini sungguh luar biasa karena kami berhasil mengunjungi situs-situs wisata ikonik kota Zhāngjiājiè dengan panorama yang sulit ditandingi oleh situs pariwisata lain di muka bumi. Sungguh suatu pengalaman mendebarkan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Beberapa destinasi fenomenal “Multicare Zhāngjiājiè Avatar Tour 2016” yang kami kunjungi antara lain; Puncak Tiānmén Mountain, Bǎo Fēng Lake, Yellow Dragon Cave, Yuánjiājiè (Zhāngjiājiè National Forest Park) dan Tiānzī Mountain (Hallelujah Mountain Avatar) yang menjadi lokasi syuting salah satu film Box Office terbaik Avatar.

Hari Pertama: The Tiānmén Mountain

Obyek wisata pertama yang dikunjungi di kota Zhāngjiājiè ialah Tiānmén Mountain. Untuk mencapai puncak Tiānmén Mountain, kami menggunakan salah satu moda transportasi yang paling menantang yakni cable car pegunungan terpanjang di dunia dengan jarak 7,5 kilometer, hingga mencapai ketinggian 1.279 meter, dan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Begitu sampai di puncak Tiānmén Mountain, pemandangan alam yang luar biasa nan indah langsung disuguhkan kepada kami, puncak-puncak gunung berselimut kabut, tebing-tebing terjal yang berdiri kokoh, dan untaian jalan yang berkelok-kelok layaknya ular terlihat jelas dari atas sini. Di puncak Tiānmén kami menyusuri jalan setapak sejauh 1,6 kilometer dengan tebing sebagai dindingnya, kaca tembus pandang sebagai lantainya, dan jurang sedalam 1.430 meter sebagai pemandangannya. Hanya satu kata dari mulut kami, sungguh luar biasa.

Puas berdiri di puncak Tiānmén Mountain, kini tiba saatnya untuk turun dari puncak gunung tersebut. Ada dua jalan untuk turun, pertama melalui eskalator yang dibangun dengan cara mengebor bukit batu dan yang kedua melalui anak tangga yang menurun dari Tiānmén Cave (Goa Tianmen) hingga ke bawah yaitu sebanyak 999 anak tangga. Mengingat kondisi dan keterbatasan waktu, akhirnya kami memilih turun dengan menggunakan eskalator.

Perjalanan turun kami belum selesai sampai disitu, karena masih ada 99 kelokan ekstrem yang dikenal dengan The 99 Bends yang harus kami lalui untuk mencapainya, dan untuk menaklukannya kami harus menaiki bus dengan pengemudi terlatih serta berpengalaman.

Perjalanan wisata hari pertama di kota Zhāngjiājiè ini ditutup dengan pertunjukan seni kolosal yang melibatkan ratusan seniman lokal yang didukung dengan tata cahaya serta tata suara dahsyat dan latar belakang bukit batu yang megah. Perutunjukan ini sukses membawa kami dan 3000 penonton lainnya masuk mengarungi kedalaman kisah Legenda Siluman Rubah yang mengharukan.

Hari Kedua: Bǎo fēng Lake dan Yellow Dragon Cave

 

Destinasi wisata menarik kami dihari berikutnya ialah Bǎo fēng Lake dan Yellow Dragon Cave, yang masih berada dalam Wulingyuan Scenic Area.

Danau Bǎo fēng dikelilingi oleh pepohonan hijau dan puncak-puncak gunung batu dengan berbagai bentuk yang unik, dan beberapa air terjun yang keluar dari dinding tebing disana. Untuk menyusuri keindahan danau dengan kedalaman air rata-rata 72 meter ini, kami naik perahu yang didesain menyerupai rumah terapung.

 

Perjalanan wisata kami lanjutkan menuju Yellow Dragon Cave, atau dalam bahasa lokal disebut Huánglóng dòng. Goa Naga Kuning ini terletak di area dengan luas total 48 hektar, dengan total panjang goa hingga 15 kilometer yang terdiri dari area kering dan area basah. Di dalam goa ini terdapat 2 sungai bawah tanah, 3 air terjun, dan terdapat 13 ruangan. Ruangan terbesar di dalam goa mencapai luas 4.000 meter persegi dengan air terjun setinggi 50 meter. Dengan fakta ini, Yellow Dragon Cave menjadi salah satu goa terbesar di China, yang dikunjungi jutaan wisatawan tiap tahunnya.

Perjalanan wisata hari kedua di Zhāngjiājiè ini kembali ditutup dengan makan malam all you can eat di restoran lokal dengan menu Korean BBQ.

Hari Ketiga: Avatar Hallelujah Mountain


Perjalanan wisata hari ketiga merupakan perjalanan puncak kami di Zhāngjiājiè, karena kami akan mengunjungi Zhāngjiājiè National Forest Park yang didalamnya terdapat Yuánjiājiè dan Tiānzī Mountain, yaitu kawasan yang menjadi inspirasi pembuatan film box office ”Avatar”

Perjalanan diawali dengan menyusuri bukit-bukit karst dengan berbagai bentuk, dengan menggunakan kereta listrik. Salah satu bukit yang paling terkenal dinamakan Three Sisters Pinnacles, karena bentuk imajinernya yang menyerupai tiga orang gadis bersaudara.

Perjalanan dilanjutkan dengan  menaiki Baofeng Elevator, yaitu lift outdoor tertinggi di dunia (326 meter) yang menempel di dinding tebing batu menuju puncak Yuánjiājiè. Sensasi naik lift ini begitu spektakuler, karena dinding lift tebuat dari kaca transparan sehingga pemandangan bukit dan tebing batu terlihat dengan jelas tepat di depan mata kita, yang membuat sensasi seolah terbang menyusuri tebing batu hingga ke puncaknya.

Tiba di puncak Yuánjiājiè, kita diajak untuk mengagumi ciptaan Tuhan yang maha dahsyat, pilar-pilar batu pasir kuarsa setinggi ribuan meter yang dipahat oleh alam terbentang luas di depan mata. Dan sampailah kita di satu pilar batu setinggi 1.080 meter yang paling terkenal karena menginspirasi ”Gunung Haleluya” di film Avatar, hingga namanya saat ini diubah dari ”Kolom Langit Selatan”  menjadi ”Gunung Avatar Haleluya”. Jutaan wisatawan dari seluruh dunia datang setiap tahunnya ke tempat ini hanya untuk menyaksikan secara langsung dan berfoto dengan latar belakang Gunung Avatar Haleluya ini.

Perjalanan kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang memilih menyusuri Tiānzī Mountain dengan berjalan kaki, dan kelompok yang memilih untuk naik kendaraaan karena mengingat kondisi medan yang cukup berat untuk dilalui. Suhu udara di Tiānzī Mountain sekitar 14o C ditambah dengan medan yang berupa anak tangga curam yang naik dan turun sejauh beberapa kilometer, sungguh memberikan tantangan tersendiri bagi kami yang memilih untuk berjalan kaki.

Hari Keempat:

Sungguh tour kali ini memberikan suatu pengalaman yang tak terlupakan bagi kami semua, khususnya bagi para Leaders Multicare yang telah berjuang keras untuk mencapai kualifikasi program tour, hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk bersama-sama mengagumi salah satu maha karya ciptaan Tuhan dan mensyukuri berkat perlindungannya kami dapat menjalani tour ini dan pulang kembali ke Jakarta dengan selamat dan tanpa kurang apapun.

Tour Multicare tidak berhenti disini, di tahun 2017 kami masih akan mengajak Anda mengunjungi tempat wisata yang menarik nan eksotis baik di luar maupun dalam negeri, jadi jangan sampai ketinggalan ya. Sampai jumpa di progam Incentives Tour Multicare 2017!